Mastempawan Hadi, 2015
Suatu hari seorang pria paruh baya lewat depan rumah yang biasa kusapa dengan panggilan Pua'
"pole innai tau pua', leppammi tau..." sapaan santun khas orang Mandar
"utunggai mai na'u" rupanya dia sengaja mengunjungiku
"Oo.... inggae palakang tama di woyang...." kuajak beliau memasuki ruang tamu 2 x 3 ku...
"pole innai tau pua', leppammi tau..." sapaan santun khas orang Mandar
"utunggai mai na'u" rupanya dia sengaja mengunjungiku
"Oo.... inggae palakang tama di woyang...." kuajak beliau memasuki ruang tamu 2 x 3 ku...
dia berkisah, dahulu mendiang Kakek buyutku memiliki sepetak kebun...
hampir seluruh hidupnya dihabiskan disana, tinggal bersama keluarga di
kebun yang masih terbilang hutan, berbagai tanaman layaknya panguma
tradisional, kelapa, ubi kayu, pisang, temu-temuan, tanaman obat dan
hijauan makanan ternak, berikut beberapa ekor kambing.






