AP - Mamuju, Batu Ngalo setelah diberbagai ajang kontes sering mendapat juara, berdampak positif terhadap masyarakat diwilayah asal batu akik manakarra (Ngalo), dahulu batu ini hanya dianggap sama dengan batu kali, batu gunung, batu karang biasa, yang hanya diperuntukkan untuk bangunan / pondasi rumah, dll.
seiring dengan semakin maraknya para pe-hobby batu permata lokal, ditambah batu ngalo ini sering mendapat juara di berbagai ajang kontes, membuat batu jenis ini semakin diminati dan diburu orang.
hal ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di wilayah ngalo - tappalang - mamuju - sulawesi barat, (tempat asal batu permata jenis calsedoni / akik manakarra). kalau dahulu masyarakat di wilayah ini sumber mata pencahariannya kebanyakan nelayan dan bertani, kini mata pencaharian mereka bertambah dengan menjual bahan/rough/bongkahan batu ngalo serta menjual dalam bentuk jadinya.
menurut salah seorang penjual bahan batu ngalo yang membuka lapaknya di jalan poros Majene - Mamuju, penghasilannya bertambah 3X lipat dengan menjual bahan/bongkahan ngalo "Alhamdulillah dengan menjual batu ngalo, saya bisa membantu suami dalam menafkahi keluarga, pendapatannya lumayan besar, dalam sehari bisa menjual 1 s.d 10 kg".
hal ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di wilayah ngalo - tappalang - mamuju - sulawesi barat, (tempat asal batu permata jenis calsedoni / akik manakarra). kalau dahulu masyarakat di wilayah ini sumber mata pencahariannya kebanyakan nelayan dan bertani, kini mata pencaharian mereka bertambah dengan menjual bahan/rough/bongkahan batu ngalo serta menjual dalam bentuk jadinya.
menurut salah seorang penjual bahan batu ngalo yang membuka lapaknya di jalan poros Majene - Mamuju, penghasilannya bertambah 3X lipat dengan menjual bahan/bongkahan ngalo "Alhamdulillah dengan menjual batu ngalo, saya bisa membantu suami dalam menafkahi keluarga, pendapatannya lumayan besar, dalam sehari bisa menjual 1 s.d 10 kg".



Tidak ada komentar:
Posting Komentar